0

Antologi Suara

Suara suara, dari yang ada maupun yang telah tiada, merepet menyesakkan, riuh rendah menggumamkan sebuah nama, nisa..
Suara suara, dari yang telah tiada, menari-nari, menebar getir, mengukir pahit, rindu. Namun suara mereka teredam lupa.
Suara suara, dari mereka yang masih ada, berenang-renang mencipta gelombang, rindu. Namun suara mereka tergerus masa.
Suara suara, berdengung di belakang kepalanya, seperti sekumpulan lebah yang siap menyengat ingatannya.
Suara suara, berdengung tapi tak kunjung menyengat, malah teredam lupa pun tergerus masa.
Suara suara, tak lagi riuh, cuma berbisik, membisikkan namanya, seperti hantu di benak pengidap schizophrenia.

*tulisan di atas telah saya kicaukan di twitter, 02 September 2013
Rasa kangen kepada Almarhum Nenek & Kakek yg teramat dalam lah yang menghasilkan postingan ini.
Semoga di alam sana, kalian bisa melihat anak bandel ini sudah beranjak dewasa, mak, pak. Terimakasih atas kasihsayangnya sedari dulu. I miss you, mak, pak..