0

Hari Kedua di KPKNL Ambon yang Melankolis

Hari kedua di KPKNL Ambon ini saya mulai dengan rasa sendu & melankolis (ceileh bahasanyaa..). Padahal kemarin saya baik-baik saja, deg-degan tak henti-henti malah kemarin. Tapi hari ini beda.

Di mulai dari mimpi semalem yang menggambarkan saya sedang duduk bareng Kak Ane, Aul, Mbak Ambar, Mbak Adel, Mas Latho, Mas Fiqi, Mbak Titis, dan lainnya di Kantin Perben sembari menunggu makanan yang kami pesan. Entah mimpi itu menggambarkan apa. Saya yang kangen makan di Perben kah, atau kangen makan bareng temen-temen kah, atau kangen sama kebersamaan yang kami pupuk selama 7 bulan kemarin. Entahlah. Yang jelas, subuh tadi rasanya sediiiih banget.

Awan mendung saya berlanjut hingga di kantor (walopun di luar gak hujan sama sekali).

Sampai di kantor, saya berusaha untuk melupakan mimpi semalem. Tapi apa daya, pas lagi sendirian di ruangan, tiba-tiba di luar ada sekumpulan orang yang dengan riuhnya menyanyikan lagu “hoaeo… hoaeo… hoaeo… hoaeo…”. Jadilah saya kembali gloomy, kembali merasakan 72-sick (ini istilah abal-abal yg maksudnya mirip sama kata homesick).

Saya kangen temen-temen saya. Saya kangen Angkatan 72.