Pengarahan Menteri Keuangan Pada Acara Induction Programme Kementerian Keuangan 2014


img (3)_33

Pada tanggal 12 Februari 2014 yang lalu, telah dilaksanakan acara Induction Programme yang dilaksanakan di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan. Acara ini dilaksanakan dalam rangka menyambut pegawai baru lulusan sarjana (S1) pada Rekrutman Kementerian Keuangan tahun 2013. Dalam acara ini, Pak Chatib Basri, selaku Menteri Keuangan, menyampaikan pengarahan umum kepada kami, para pegawai baru.

Pak Menteri membuka arahannya dengan mengucapkan selamat datang kepada pegawai baru yang telah berhasil masuk ke dalam lingkungan Kementerian Keuangan setelah melalui serangkaian tes yang sulit. Pada Rekrutmen Kementerian Keuangan tahun 2013 yang lalu terdapat 121.922 orang pendaftar online, namun yang diterima dan melakukan pemberkasan hanyalah sebanyak 1.476 orang. Secara kasar dapat dikalkulasikan bahwa hanya 1% lebih peserta yang lulus dari peserta yang mendaftar pada Rekrutmen Kementerian Keuangan 2013 lalu, dan dapat disimpulkan bahwa dari 100 orang pelamar, hanya 2 orang yang berhasil diterima sebagai Pegawai Kementerian Keuangan. Pak Menteri mengatakan bahwa peserta yang lulus atau pegawai baru saat ini merupakan “best of the best” atau terbaik dari yang terbaik, karena Kementerian Keuangan memang membutuhkan SDM yang unggul untuk menjalankan peran pentingnya sebagai Bendahara Umum Negara.

Kementerian Keuangan selaku Bendahara Umum Negara memiliki wewenang dan kekuasaan yang besar di NKRI dalam hal mengelola keuangan dan kekayaan Negara. Bapak Menteri menceritakan bahwa jumlah aset yang dimiliki negara saat ini ditaksir sebesar 9000-10.000 Triliun, dan sekitar 30% dari jumlah tersebut dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah dan sisanya dimiliki dan dikelola oleh swasta. Pengelolaan 3.300 Triliun Kekayaan Negara tersebut dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Selain pengelolaan aset tersebut, Kementerian Keuangan juga dipercaya untuk mengelola 10% dari APBN negara yang akan digunakan sebagai penggerak perekonomian di Indonesia. Dari data tersebut dapat dilihat betapa pentingnya peran Kementerian Keuangan untuk mengatur dan mengelola Kekayaan Negara ini demi terciptanya kemakmuran untuk rakyat.

Pak Menteri mengatakan bahwa “relevansi institusi tergantung dari instrument policy yang dimiliki”. Maksudnya adalah, tingkat kebesaran suatu lembaga atau institusi dilihat dari instrumen kebijakan yang dimilkinya. Kementerian Keuangan dikatakan besar karena dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia melalui kebijakan-kebijakannya di bidang pajak, bea cukai, anggaran, dan lainnya. Pak Menteri menghimbau para pegawai baru untuk mengubah mindset “dilayani” menjadi “melayani”, karena pada 20 atau 30 tahun mendatang, para pegawai baru inilah yang akan memegang tampuk wewenang dan menjadi pembuat kebijakan yang akan mempengaruhi perekonomian Indonesia nantinya. Namun, beliau menekankan bahwa kekuasaan yang besar selalu seiring dengan datangnya tanggung jawab yang besar pula.The great power comes with the great responsibility, beliau mengutip ucapan Uncle Ben dari film Spiderman. Kekuasaan dan tanggung jawab merupakan dua sisi mata koin yang selalu seiring datangnya.

Dalam arahannya, Pak Menteri mengatakan bahwa beliau tidak akan kaget jika suatu hari nanti Indonesia akan menjadi negara peringkat ke-7 besar Ekonomi Dunia. Karena pada saat ini, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk berusia muda terbanyak di dunia dan telah berada pada peringkat ke-15 besar. Menteri Keuangan optimis bahwa dalam kurun waktu 20 tahun mendatang, Indonesia akan menjadi motor ekonomi dunia disebabkan jumlah penduduk usia muda yang banyak tersebut. Seperti diketahui bahwa orang muda yang bersifat konsumtif tentunya akan menjadi modal dasar Indonesia untuk terus memajukan perekonomiannya, hal ini berbeda dengan negara-negara yang memiliki penduduk berusia dewasa (tua) lebih banyak karena mereka tentu saja akan mengurangi konsumsi dan memperbanyak investasi dan asuransi. 20 tahun mendatang, Amerika dan Eropa tidak akan lagi menjadi penggerak ekonomi karena mereka akan mengalami perlambatan ekonomi disebabkan penduduk usia tua ini. Asia-lah yang akan menjadi penggerak ekonomi baru, Asia Barat digerakkan oleh India, Asia Timur oleh Jepang dan China, dan Asia Tenggara oleh Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan telah mempersiapkan perubahan ini dengan menyiapkan dan merumuskan blueprint Transformasi Kelembagaan untuk menyiapkan Indonesia bersaing secara global dan diharapkan pada tahun 2025 nanti dapat menempati peringkat ke-7 besar Ekonomi Dunia.

Pak Menteri Keuangan berpesan kepada pegawai baru Kementerian Keuangan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan masuk ke Kementerian Keuangan ini dan beliau berharap akan ada dari pegawai baru ini yang dapat menggantikan Eselon-Eselon I yang sekarang. Pegawai baru sekarang diharapkan bekerja sesuai dengan nilai-nilai Kementerian Keuangan yang ada. “Jadilah pelayan publik yang akuntabel, kredibel, dan dipercaya. Selamat datang, bekerjalah dengan baik.”, pesan beliau.

Dan di akhir pengarahan, beliau mengutip quote dari Bung Hatta, yaitu:

“Hanya ada satu tanah yang dapat disebut Tanah Airku. Ia berkembang dengan usaha, dan usaha itu ialah usahaku.”

Jakarta, 07 Maret 2014

Annisa Kartika Pertiwi

——-

sumber gambar: http://www.kemenkeu.go.id/en/category/image-galleries/2014/februari-2014/induction-programme-kementerian-keuangan-2014-tanggal-12?page=1

Nb:
Artikel ini merupakan tugas membuat resume Pengarahan MenKeu pada Induction Programme yang lalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s