LIKA LIKU SELEKSI CPNS KEMENKEU 2013 (ala missnisanisa)

Assalamu’alaikum..
Yeorobun, Nisa watjyo~ Annyeonghaseyo~ ^^

Setelah lama hiatus lagi dan lagi, saya akhirnya kembali meluangkan waktu santai saya untuk berkisah dan berdongeng tentang sebuah kisah seorang anak manusia yang dengan bantuan Rabb-nya, berhasil menembus halangan dan rintangan yang bertubi-tubi, demi mendapatkan kitab suci. Halahhh~

Cukup prolog-nya pemirsa. Maaf agak sedikit jayus, walaupun saya sendiri bukan temannya G*yus. Errr.. Naudzubillahmindzalik!

Jadi begini, setelah melalui serangkaian tes dalam seleksi penerimaan CPNS di lingkungan Kementerian Keuangan selama beberapa bulan yang lalu, Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamiin, saya akhirnya berhasil masuk ke kumpulan orang-orang yang beruntung dan tercantum namanya dalam lampiran pengumuman Rekrutmen Kemenkeu ke-17 perihal Peserta Lulus Rekrutmen CPNS Kemenkeu 2013. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. 🙂

Dan karena hal itu, saya ingin sedikit berbagi pengalaman selama mengikuti serangkaian tes tersebut. Insya Allah tiada rekayasa dalam tulisan ni. Ini kisah awak, tak payah nak direka-reka. Semoga pakcik dan makcik yang membaca tulisan ni mendapat lebih banyak faedah daripada mudharatnye. Ape pulakkk~ meracau lagi le~

Oke, saya serius sekarang. Saya akan mulai curhat sekarang. Brace your self, people..


——————————-

PENDAFTARAN ONLINE

Tahapan pertama dari serangkaian prosesi rekrutmen di Kemenkeu adalah pendaftaran online. Pada rekrutmen lalu, pendaftaran online resmi dibuka pada tanggal 06 September 2013 sampai dengan 20 September 2013. Waktu itu, saya tidak langsung mendaftar online saat pendaftaran resmi terbuka, saya menunggu selama 2 hari hingga akhirnya memutuskan untuk mendaftar.

Hal-hal yang ‘menggalaukan’ saya selama 2 hari itu, antara lain:

  1. Lokasi tesnya tidak ada di kota yang saya tinggali saat itu (Tg. Pinang), kota terdekat yang melaksanakan tes adalah kota Padang dan Palembang, 2 kota yang notabene sangat asing bagi saya. Duh! Satu-satunya kota yang saya kenal cuma Makassar, kota yang menampung saya sebelum saya merantau ke Pinang. Saya galau, karena sebenarnya bisa saja sih saya tes disana, tidak akan ada masalah ceklok (cek lokasi) dan transportasi, tapi, ongkos ke sana bukannya sedikit. Mahal, bro! Saya galau membayangkan duit yang bakal saya gelontorkan selama proses rekrutmen ini. Honor saya tidak akan cukup untuk menutupi seluruh biaya akomodasi, transportasi, konsumsi; dan tentu saja saya harus meminta suntikan dana dari ortu saya (malu bro!). Selama 2 hari itu saya galau, lalu saya berdoa kepada Allah agar diberi pencerahan untuk kegalauan saya ini. Alhamdulillah, Allah memberi petunjuk. Berkat rahmat-Nya yang tak terhingga, bapak saya, yang seminggu sebelumnya sudah saya beritahu tentang lowongan di Kemenkeu, bertanya tentang masalah rekrutmen ini (padahal selama 2 hari, saya berusaha tidak menyinggung masalah rekrutmen ini ke bapak lantaran saya takut itu akan memberatkan beban pikiran beliau terkait masalah dana /_\ ). Usut punya usut, bapak saya ternyata sangat mendukung saya untuk ikut rekrutmen ini. Bapak saya bilang, duit itu mudah dicari, asalkan Allah yang beri. Jangan takut kehabisan duit, rejeki itu datang dari mana saja. :”) *panjangkan umur kedua orangtua saya ya Allah, sehatkan jiwa raga mereka, lapangkan rejekinya, dan lindungi mereka dunia akhirat ya Allah* Dan akhirnya kegalauan pertama, sirna. Alhamdulillah.
  2. Ijazah saya rusak sebagian! Ya Allah, ini yang membuat saya panik dan super galau. Bagaimana tidak, ijazah yang seharusnya aman ini malah rusak, huruf-hurufnya melekat di plastik pelindung ijazah. Ya Allah, panik dan galaunya saya saat itu. Saya panik, karena ijazah tersebutlah yang harus saya scan untuk kelengkapan pendaftaran online nantinya dan saya tidak sempat untuk mengurus penggantian ijazah di Makassar lagi, waktunya mepet, men! Tapi, lagi-lagi Allah memberi petunjuk. Berbulan-bulan lalu, sebelum ijazah ini rusak, saya ternyata sudah menyimpan softcopy scan-an ijazah ini di hardisk. Alhamdulillah. Setidaknya untuk sementara, scan-an ini tidak akan menjadi masalah. Kegalauan kedua, sirna. Alhamdulillah.
  3. File hasil scan maksimal 300 kb! Duh! Gimana gak galau, hasil scan-an ijazah yang cuma 1 halaman itu ternyata besarnya 2+ MB! Itu baru ijazah, belum transkrip nilai yang 2 halaman timbal balik, besarnya yang pasti 2,5+ MB dan harus dikecilkan menjadi 300 kb! Bukan hanya dikecilkan, file transkrip itu harus disatukan. -_-” Jujur, waktu itu saya masih katro sekali dalam dunia compress2 data dan penggabungan pdf. Tapi berkat petunjuk Allah, saya berhasil menemukan cara untuk mengecilkan dua file tersebut dari hasil mengutak-atik internet. Kegalauan ketiga, sirna. Alhamdulillah.

Setelah segala kegalauan teratasi, akhirnya saya mendaftar online juga pada hari ketiga (08 September 2013). Pilihan jabatan yang saya pilih saat itu (dan yang sesuai dengan program studi saya: Manajemen) adalah:

  1. Analis Fiskal
  2. Analis Aset Negara

Jujur, saat itu saya sama sekali ‘buta’ tentang dua pilihan itu. Tapi yang menjadi pertimbangan saya saat itu adalah, kedua pilihan itu sepertinya tidak terlalu ‘beken’ dan diminati oleh kebanyakan orang, jadi kemungkinan pesaingnya akan lebih sedikit. Yaa, sedangkal itulah pikiran dan pertimbangan saya saat itu (sebenarnya masih ada pertimbangan lain yang lebih kuat pengaruhnya). Fufufu..

——————————–

SELEKSI ADMINISTRASI

Tahapan kedua dari prosesi Rekrutmen Kemenkeu ini adalah Seleksi Administrasi. Saya sudah lupa sebenarnya apa yang terjadi selama proses ini. Seingat saya sih, setelah melakukan pendaftaran online, saya sempat lupa kalau saya pernah mendaftar untuk seleksi Rekrutmen Kemenkeu ini. Setelah diingatkan oleh teman sejawat di kantor, barulah saya mulai rajin mengecek website Rekrutmen Kemenkeu ini. Pada hari H pengumuman, website-nya Kemenkeu ini sempat down dari pagi sampai malam. Saya sudah hampir menyerah untuk mengecek sih, saya kira, cuma saya sendiri yang tidak bisa membuka website-nya. Tetapi setelah saya bertanya ke teman saya, ternyata dia juga tidak bisa membukanya. Fiuhh.. I’m not alone then. Dan setelah seharian menunggu, akhirnya pengumuman itu bisa ter-download juga dan Alhamdulillah nama saya ada di dalam list peserta yang lulus seleksi administrasi dari Makassar. Seingat saya, yang lulus seleksi administrasi dari Makassar ada sekitar 5000-6000an orang. Subhanallah. Banyak sekali pesaing saya ternyata. Kegalauan melanda lagi, rasa-rasanya mau menyerah sebelum berperang. Tapi sekali lagi Allah menghilangkan kegalauan itu melalui nasihat dan petuah bapak saya. Haqqul Yaakiin saja!

———————————-
TES KEMAMPUAN DASAR

Tahapan selanjutnya adalah Tes Kemampuan Dasar (TKD). Setelah menyampaikan surat izin ke atasan saya di kantor lama, saya akhirnya berangkat juga menuju lokasi tes Rekrutmen Kemenkeu di Makassar pada tanggal 30 September 2013. Selama dalam perjalanan ke Makassar yang ditempuh selama lebih-kurang 10 jam (saya transit di Jakarta 5 jam bro!), saya menyempatkan diri untuk belajar dan mengerjakan kisi2 tes TKD yang telah saya download dari internet. Kekurangan dari soal-soal ini adalah, materi soalnya telah digabung dengan kunci jawaban di setiap akhir soal. Jadi yaa, bukan mengerjakan soal sih namanya ini, lebih tepatnya menghapalkan jawaban (Khusunya soal-soal TWK).

Dalam TKD ini, ada 3 hal pokok yang harus dipelajari (kalau perlu hafalkan ^^)

  1. TWK (Tes Wawasan Kebangsaan). Tes ini menguji wawasan kita tentang Pancasila, UUD 1945, dan Sejarah Indonesia. Untuk sukses melewati tes ini, perbanyak pengetahuan tentang materi-materi TWK di atas, kalau perlu dihapalkan. Dan ingat, belajar aja nggak cukup! ^^
  2. TIU (Tes Intelegensi Umum). Tes ini menguji kemampuan verbal, kemampuan numerik, kemampuan berpikir logis dan analitis. Untuk sukses melewati tes ini, perbanyak ngerjain latihan soal-soal deh, Insya Allah pas ngerjain soal aslinya, kita sudah terbiasa dan bisa mengerjakan soal-soal sejenisnya.
  3. TKP (Tes Karakteristik Pribadi). Tes ini untuk menilai kematangan pribadi peserta yang kelak akan menjadi aparatur negara (Insya Allah!). Tes ini tidak perlu latihan, cukup jadi diri sendiri saja.

Pengambilan kartu TPU saya dilaksanakan pada tanggal 02 Oktober 2013, sesi II (Pukul 13.00-17.00). Peserta yang akan mengambil kartu TPU hari itu buaaaanyakk sekali! Saya gentar, apalagi dengan kondisi ijazah saya yang setengah rusak. Saya minder, dengan gaya berpakaian saya yang sederhana dibandingkan dengan teman-teman calon peserta lain yang gayanya sudah seperti pegawai/karyawan(i) sesungguhnya. Saya lelah, dengan kondisi hati saya yang selalu gundah gulana (ehhh!). Setelah mengantri selama 1 jam, akhirnya giliran saya masuk ke ruangan untuk pemeriksaan berkas awal. Bismillah, batin saya, semoga ijazah saya tidak dipermasalahkan oleh panitia. Dan setelah pemeriksaan berkas dan penjelasan saya mengenai ijazah saya tersebut ke bapak2 panitia yang baik hati, Alhamdulillah saya mendapatkan lisensi (baca: TPU) untuk mengikuti ujian.

Saya memiliki waktu 5 hari untuk belajar materi-materi TKD yang terkenal sulit itu. Saya berpikir, kalau hanya belajar dengan soal-soal hasil download-an, itu tidak cukup. Materi yang belum saya kuasai masih banyak. Namun kebetulan (bukan kebetulan juga mungkin, Wallahu A’lam), setelah pengambilan TPU itu, Allah mengarahkan saya menuju ke sebuah Mall andalan (baca: MTOS) dalam rangka mencari tempat sholat (di lokasi pengambilan TPU sih ada Mushollah-nya, tapi karena banyak cowok yang nongkrong disitu, makanya saya memutuskan untuk sholat di tempat lain saja/aka Mall terdekat. Biar sekalian jalan-jalan ke Mall gitu, maklum di Tg.Pinang gak ada Mall. Hehe ^^;)

Setelah melaksanakan Sholat Dzuhur & Ashar di Mushollah MTOS, saya memutuskan untuk nonton film! Haha nggak penting untuk ditulis sih, tapi FYI, menonton film waktu itu merupakan keputusan yang tepat, selain merilekskan kepala saya yang mumet gara-gara kepikiran ujian TKD, nonton film waktu itu juga sebagai ajang temu-kangen dengan Bioskop 21 yang nyaris setahun tidak pernah saya kunjungi. :’) Btw, film yang saya nonton sendiri waktu itu adalah film Insidious: Chapter 2! Gak serem-serem amat sih, mengagetkan iya. Di bioskop sebenarnya saya sempat di bully verbal sama anak-anak kacuping yang sederetan sama saya, mentang-mentang lah saya nonton sendirian, jadi dikatain orang galaunya Makassar deh. -_-

Keesokan harinya, saya kembali melanglang buana keliling Makassar (belum sempat belajar dengan baik, soalnya belum nemu buku yang pas). Awalnya saya ke RS Gigi(?) di Kandea, niatnya mau ketemu teman untuk diantarkan bertemu dokter bedah gigi (gigi geraham terakhir saya ada yang tidur dengan indahnya, dan agak mengganggu karena membuat saya sering migren dan demam kalau giginya menari-nari di gusi, makanya mau dibedah). Sayang sekali saya tidak bertemu teman saya itu, malahan ketemu senior ex-idola jaman dulu yang notabene sudah pns dan bercincin (jadi curhat >w<). Setelah say-hi, lalu saya melanjutkan perjalanan ke Kalla Tower, untuk bertemu sister tercinta. Setelah chit-chat, makan siang, dan Sholat Dzuhur, saya akhirnya pamit untuk pulang. Efek kelamaan tinggal di kota kecil bikin saya parno untuk pulang larut di Makassar, padahal dulu saya cuek-cuek aja tuh kalo pulang malam. Tapi alasan lainnya saya ingin pulang cepat ya karena masih ada schedule ketemu fans lagi sore harinya (digampar! :p).

Sebelum benar-benar menuju ke tempat janjian, saya singgah sebentar di Mall andalan kedua (baca: MTC+KarLink). Di sini ternyata saya ditakdirkan untuk bertemu Buku Soal-soal Latihan CPNS Lengkap yang super tebal! Buku inilah yang kelak menemani saya dalam persiapan menuju hari peperangan sejagad (halah!)

Saya mengerjakan soal-soal TWK di buku latihan itu dengan rasa PeDe yang berlebihan, Alhamdulillah not bad lah skor saya. Kemudian saya lanjut mengerjakan materi TIU, favorit saya. Alhamdulillah gak susah-susah amat juga. Soal-soal ini hanya menemani saya pada pagi hari dan malam hari saja, soalnya siang harinya selalu saya pakai untuk bertemu fans-fans saya di Makassar. *ditendang* XD

Hari-hari menjelang ujian TKD saya pakai untuk belajar 20%, wisata kuliner 25%, ketemu teman-teman 25%, berdoa+ngarep+nangis ke Allah 30%. Jadwal saya padat pokoknya. Jum’at ada jadwal ketemu teman2 di rumah sister saya (pulangnya nearly midnight man! hehehe), Sabtu saya gunakan untuk ziarah ke kubur Nenek T_T dan ketemu teman lagi, Minggu ketemu Nicholas Saputra & ngelayat ke rumah teman yang lagi berduka 😦

Kesibukan-kesibukan duniawi tersebut terbayarkan dengan harga yang cukup mahal pada hari Senin, H-1 sebelum ujian. Saya terkena DIARE! Astaghfirullah. Mungkin itu sentilan dari Allah karena selama beberapa hari terakhir saya kurang fokus dengan tujuan saya datang ke Makassar ini, ujian. Seharian itu kerjaan saya bolak-balik kamar mandi, belajar, nangis, belajar lagi, Sholat, nangis lagi. Ahh, terlalu banyak air mata yang saya teteskan hari itu sepertinya. Tapi Allah Maha Baik, meskipun dalam kondisi sakit seperti itu, saya tetap diberi kekuatan untuk menjalani ujian keesokan harinya, 08 Oktober 2013 (Sesi IV).

Saat hari H, saya nyaris telat masuk ke ruangan tes. Saya datang tepat 5 menit sebelum ujian dimulai. Dengan langkah tertatih karena masih lemas, saya berhasil memverifikasi TPU saya dan masuk ke ruangan tes. Tes kali ini tidak menggunakan cara manual seperti dulu, tapi menggunakan komputer, jadi saya cuma perlu membawa TPU dan KTP ke depan komputer bagian saya. Jumlah soal ada 100 (TWK 35, TIU 35, TPK 30, seingat saya sih hehe) dengan waktu 90 menit. Soal-soal TWK-nya susah, saya main tebak-tebak berhadiah untuk mengerjakan soal-soal yang saya rasa mudah. Soal-soal yang susah, saya skip dulu dan lanjut mengerjakan soal TIU. Soal-soal TIU lumayan mudah, tapi ada beberapa soal yang saya skip juga. Dan terakhir saya lanjut mengerjakan soal TKP yang saya isi secepat kilat, kita gak perlu berpikir soalnya. Hehe. Pengawas-pengawas saya sepertinya orang-orang yang baik hati karena memberikan tips-tips mengerjakan soal dimulai dari soal-soal TKP dulu, tapi karena keramahan mereka, saya agak sedikit terganggu karena susah konsentrasi mendengar tips-tips mereka, mana lagi perut saya kembali bergolak dengan galaunya. Waktu 90 menit tak terasa habis juga, namun saya berhasil menyelesaikan soal-soal itu kurang dari 90 menit. Soal-soal yang susah, saya tebak dengan asal saja dengan bermodalkan Bismillah. Di akhir sesi pengerjaan soal, ternyata saya sudah bisa mengetahui skor saya. Alhamdulillah saya mendapat skor TWK 90, TIU 110, TKP 149, sehingga total skor saya menjadi 349. Saat itu saya tidak tau skor saya itu sudah melewati Passing Grade atau tidak. Saya tidak terlalu memikirkannya saat itu, karena yang saya pikir saat itu adalah, pulang. Haha. perut saya tidak bisa diajak kompromi ternyata. Di perjalanan pulang, saya cuma berdoa supaya Allah memberikan ketetapan yang terbaik untuk saya. Apapun hasilnya, saya ikhlas.

Pelajaran yang bisa saya ambil selama proses TKD ini yaitu belajar aja nggak cukup. Saya masih dan sangat butuh Allah, selalu. Saya belajar untuk berdoa terus menerus, bukan hanya karena ada maunya, tapi berdoa itu memang kebutuhan kita, kebutuhan saya. Allah Maha Baik, saya diberi sentilan yang berharga. Saya juga belajar untuk selalu menjaga kesehatan yang sering saya abaikan ketika saya masih segar. Kita gak bakal tau kapan kita akan sakit, makanya, jaga kesehatan itu perlu. 🙂

————–

PSIKOTES

Setelah menunggu selama lebih kurang 20 hari, pengumuman hasil TKD akhirnya keluar juga. Untuk kualifikasi pendidikan S1 Manajemen, terdapat 732 orang yang berhak melanjutkan proses seleksi walaupun ada 1847 orang yang memenuhi ambang batas (Passing Grade). Alhamdulillah, nama saya akhirnya nongol di peringkat 146 dalam daftar tersebut.

Persiapan saya kembali ke Makassar untuk Psikotes ini tidak seribet saat pertama kali akan mengikuti tes TKD. Saya sudah pernah satu kali mengikuti Psikotes dan setidaknya saya sudah tahu soal-soal seperti apa yang akan muncul. Persiapan saya untuk Psikotes ini hanya berlatih menggambar. Saya latihan menggambar orang, pohon, dan benda. Saya belajar mengenai makna dan maksud setiap gambar (berbekal pengetahuan dari Om Google hehe..). Saya berlatih membuat gambar yang maknanya baik dan tidak berlebihan. Hari-hari menjelang ujian saya gunakan untuk tidur. Hahaha..

Pada hari H ujian, saya datang kelewat pagi, jam 6.30 saya sudah ada di lokasi ujian, padahal ujiannya baru dilaksanakan pada pukul 08.00 pagi. Saya cuma sempat sarapan seadanya sebelum berangkat, dan minum Chlorofil, bekal dari Bapak saya, biar gak gampang lelah katanya.

Psikotes ini terbagi menjadi 3 sesi. Setiap sesi memiliki tingkat kesulitannya masing-masing.

Sesi I: 08.30-10.15 Dalam sesi ini, saya mengerjakan berbagai soal hitungan dasar, soal-soal verbal, logika, dan analisa. Soal-soalnya sih mudah, namun pressure-nya itu karena waktunya yang super singkat. Belum lagi pressure dari teman-teman seperjuangan yang sepertinya jago dan hebat-hebat semua. Dan pressure dari bapak/ibu pengawas yang mondar-mandir selama ujian berlangsung.

Sesi II: 10.30-12.15 Dalam sesi ini, saya harus mengerjakan tes hitungan koran yang super dahsyat itu! Hitungannya dasar banget sih, tapi pressure waktu kembali membuat saya panik, stress, dan ngantuk! Serius, saya hampir tertidur saat mengerjakan soal hitungan ini. Selain pressure waktu, saya juga sempat depresi melihat ke sekililing saya, semua orang sepertinya sudah meminta tambahan kertas, sedangkan saya belum juga menyelesaikan halam pertama.-__- Setelah sesi ini selesai, pandangan saya seolah-olah dipenuhi angka. Muka orang pun seperti berbentuk angka. Tiap berkedip, pasti muncul angka-angka dimana2. Ya Allah..

Sesi III: 13.20-15.20 Sesi terakhir agak lebih santai dibanding sesi-sesi sebelumnya. DI sini saya disuruh menulis pengalaman-pengalaman (baik-buruk) dalam dua tahun terakhir, kelebihan dan kekurangan, keinginan-keinginan saya jika menjadi PNS, dan lain-lain. Di sesi ini juga ada tes menggambar yang telah saya nanti-nanti sejak kemarin. Alhamdulillah, gambar saya tidak buruk-buruk amat (penilaian subjektif :p).

Selesai mengikuti tes, saya tidak langsung pulang ke rumah. Saya sudah meminta izin kepada orangtua saya dan tante-om saya, saya ingin refreshing! Seandainya otak bisa terbakar, mungkin saat itu saya sudah dipenuhi asap karena otak saya yang kepanasan mengerjakan soal-soal ujian. Saat itu saya kembali pasrah kepada Allah, saya sudah berjuang, tinggal Allah yang memutuskan hasilnya. Apapun hasilnya, saya ikhlas.

——————

WAWANCARA + TES KESEHATAN DAN KEBUGARAN

Pengumuman peserta yang dinyatakan lolos ke seleksi terakhir pada proses Rekrutmen CPNS Kemenkeu 2013 akhirnya muncul juga pada Kamis, 21 November 2013. Pada hari H pengumuman, sejak subuh saya sudah berulang-ulang mengecek website rekrutmen Kemenkeu, mulai dari mengecek melalui smartphone maupun melalui PC di kantor (lama) saya, tapi hasilnya selalu error, website R-CPNS Kemenkeu-nya crash! Namun akhirnya penantian saya berakhir juga, pengumuman itu muncul ke permukaan pada siang hari, sekitar jam 2-an. Tangan saya agak gemetar saat mendownload lampiran pengumuman untuk lokasi ujian di Makassar. Dan berbekal Bismillah, saya akhirnya membuka file pdf yang akhirnya berhasil ter-download itu. Saya mengetikkan nama saya untuk pencarian cepat, dan Alhamdulillah! nama saya ada dalam daftar tersebut. Segera saya berucap dan bersujud syukur, Allah Maha Baik! Namun, bukan hanya rasa syukur dan bahagia yang saya rasakan saat itu, terselip juga rasa galau. Galau karena ini tes terakhir, jika saya lulus, ya Alhamdulillah, tetapi kalau tidak lulus, mungkin saya akan terjatuh dan tak bisa bangkit lagi (halahh! malah nyanyi.. /_\). Saya sudah pernah merasakan kegagalan ditolak oleh orang yang saya sukai ehh maksudnya pekerjaan yang saya idamkan setahun lalu. Saya pernah merasakan bagaimana rasanya sudah sampai di tahap akhir seleksi namun akhirnya harus gagal, saya tahu rasanya, pahit! Tapi berkat nasehat orangtua dan teman-teman dekat, rasa galau itu akhirnya berkurang (bukan berarti menghilang yaa.. :’) )

Sore itu, saya mulai berlatih berlari-lari kecil di Lapangan Pamedan. Niatnya sih mau lari selama 12 menit non-stop, tapi sayangnya, baru 4 menit pertama, saya sudah ngos-ngosan. Kepala sudah puyeng, keringat udah membanjir, paru-paru saya serasa terbakar. Ternyata teknik lari saya salah! Saya menghirup napas melalui hidung dan itu adalah salah satu kesalahan fatal saya saat itu. Setelah meng-googling tips & trik lari 12 menit, saya mendapat tips yaitu teknik mengambil napas yang tepat itu melalui mulut dan dikeluarkan juga lewat mulut. Tips lainnya yang saya dapat yaitu jangan memaksa badan untuk berlari cepat pada putaran-putaran awal, lari sesantai mungkin, dengan menggunakan ritme yang pas dengan tarikan napas kita, Insya Allah kita bisa bertahan lari non-stop12 menit. Tips-tips ini saya praktikkan sehari sebelum keberangkatan saya ke Makassar. Setelah menempel Hot Koyo di beberapa bagian di badan saya, saya akhirnya berlatih lari 12 menit di Lapangan Sudirman (? saya lupa namanya hehe). Saya membagi waktu 12 menit itu menjadi 3 sesi, tiap sesi saya harus lari selama 4 menit non-stop. Awalnya saya kelimpungan, tapi setelah beristirahat dan melanjutkan ke sesi selanjutnya, badan saya mulai terbiasa dengan lari-lari non-stop itu. Setelah merasa cukup dengan latihan lari 12 menit, saya yang ditemani adik saya, kemudian berlatih Shuttle Run (lari membentuk angka 8). Latihan Shuttle Run ini hanya saya lakukan 1 kali karena saya sudah sangat lelah dan takut cedera sebelum berangkat ke Makassar keesokan harinya.

Saya tiba di Makassar pada H-2 sebelum Tes Wawancara. Pada H-1, saya memilih untuk refreshing sendiri (karena teman-teman saya di Makassar sedang sibuk di kantor masing-masing :’) ). Saya memilih untuk menonton film Catching Fire sendiri di Mall andalan (baca: MTOS). Sebelum nonton, seperti biasa, saya melakukan ritual khusus yaitu mengunjungi toko buku andalan, Graha Media (promosi nih yeee.. hehe..). Dan tidak afdhol memasuki toko buku tanpa membeli bukunya, jadilah saya membeli buku Cara Membaca Kepribadian Orang. Buku ini saya beli sebagai tambahan riset kecil yang telah saya lakukan sebelumnya dalam rangka menghadapi Tes Wawancara esok harinya. Jujur, saya sangat tidak berbakat untuk urusan wawancara kerja. 3 kali mengikuti tes wawancara kerja dan ketiganya gagal, man! Jadilah saya memutuskan untuk melakukan riset dan berlatih berbicara dengan baik di depan cermin beberapa hari terakhir.

Keesokan harinya, saya bangun dengan perasaan super duper lapar, tapi apa daya, saya tidak sempat sarapan dan hanya membawa bekal roti dan air putih saya nikmati di lokasi tes. Syukurlah, saya menjadi peserta pertama yang datang dan untungnya masih ada waktu untuk sarapan. Sambil memakan bekal yang saya bawa, saya kembali membaca catatan saya mengenai hal-hal Do & Dont’s saat wawancara.

Setelah menunggu kurang lebih 1 jam, akhirnya saya dipersilahkan masuk ke ruangan registrasi. Saya disuruh menyerahkan DRH (Daftar Riwayat Hidup/rangkap 2) yang telah saya persiapkan sebelumnya, menunjukkan TPU dan KTP, dan mengisi sebuah kertas yang berisi pengalaman terbaik dan terburuk selama 2 tahun terakhir (lagi!). Setelah selesai mengisi lembar pengalaman tersebut, saya kemudian diberikan nomor urut (saya mendapat nomor urut 2 karena ada peserta lain yang lebih duluan menyelesaikan pengisian lembar pengalaman tadi), dan menunggu selama kurang lebih 10 menit untuk dipanggil ke dalam ruangan tes.

Saat memasuki ruangan, dengan mantap saya mengucapkan Bismillah, ini untuk-Mu Allah, biarkanlah aku melaluinya dengan lancar Ya Allah, bisikku dalam hati.

Saat saya telah tiba di depan meja bertuliskan nomor 2, saya tidak langsung duduk di kursi yang tersedia. Saya menunggu dipersilahkan duduk oleh bapak-bapak pewawancara. Setelah salah satu dari 2 orang pewawancara mempersilahkan saya duduk, barulah kemudian saya duduk dengan anggunnya. 🙂

Setelah perkenalan dan berbasa-basi sesaat, dimulailah proses wawancara. Setelah lebih kurang 25 menit ditanya ini-itu, menjelaskan ini-itu, akhirnya sesi wawancara yang direkam ini pun berakhir. Di akhir sesi, pewawancara saya memberikan sebuah lembar pernyataan yang salah satu isinya yaitu bersedia ditempatkan di daerah mana saja di Indonesia. Lembar pernyataan itu saya tandatangani di atas materai 6000 yang telah disediakan oleh panitia pelaksana.

Setelah saya dipersilahkan meninggalkan ruangan, saya memutuskan untuk langsung pulang dan tidur. I need to sleep soooo bad at that time! Setelah sukses ‘pingsan’ selama beberapa jam, saya kemudian melanjutkan schedule saya hari itu (sok sibuk bingittt..). Sore harinya, saya kembali berlatih lari 12 menit di GOR Sudiang ditemani tante dan adik sepupu saya. Saya mematok waktu lari 15 menit non-stop saat itu. Alhamdulillah, tidak seperti latihan-latihan sebelumnya, kali ini badan saya sepertinya sudah kuat dan siap dipakai berlari selama 15 menit. Setelah berlari 2×15 menit, saya memutuskan berhenti karena tidak ingin memaksakan badan saya yang sudah mulai lelah, saya takut gak bakal kuat untuk lari keesokan harinya.

Keesokan harinya pun tiba. Saya hanya berbekal sebotol air minum dan beberapa bungkus roti gulung untuk persiapan tes kesehatan dan kebugaran nanti. Saya memutuskan untuk tidak sarapan di rumah karena saya punya kebiasaan ‘mules’ setiap habis sarapan. Yaa daripada di lokasi tes nanti perut saya bermasalah karena sarapan, mendingan sekalian tidak usah sarapan. Namun sebelumnya, saya sudah sempat minum cairan Chlorofil (promosi nih yee..), jadi Insya Allah saya akan baik-baik saja nanti.

Peserta yang telah datang di lokasi tes pada saat saya sampai sudah cukup banyak, tampangnya sangar-sangar, seperti hendak mengunyah saya. Hehe.. Ndak ding. Mereka tampak nervous seperti saya, tapi sepertinya persiapan mereka telah mantap, dan tentunya mereka tampak percaya diri sekali (beda banget dengan saya yang cukup pesimis saat itu).

Setelah menunggu selama lebih kurang 45 menit, akhirnya registrasi peserta tes pun dibuka oleh panitia. Saya mendapat nomor urut 4. Setelah mendata diri para peserta, kami disuruh menunggu untuk dipanggil satu persatu memasuki ruangan tes kesehatan. Saya sangat grogi saat itu, bagaimana tidak, sejak kemarin saya sudah kebayang pemeriksaan kesehatan yang cukup ribet dan kompleks. Saya stress memikirkan apa saja yang akan diperiksa dan akankah saya di dalam nanti disuruh membuka seluruh pakaian saya (emm.. tolong jangan mikir yang aneh-aneh yaa.. pelliss.. XD ).

Setelah menunggu beberapa saat (lagi), saya pun dipanggil masuk ke ruangan tes oleh seorang ibu-ibu yang ternyata suster (saya kira itu dokternya, hehe). Saya disuruh membuka sepatu, lalu diperiksa tekanan darah, tinggi badan, berat badan, pemeriksaan mata (susternya cuma mau ngecek berapa besar ‘kerabunan’ kita), dan setelah itu saya diserahkan ke bu dokter yang ada di ruangan kecil di dalam ruangan pemeriksaan itu. Bu dokternya memeriksa gigi, tenggorokan, hidung, telinga, varises, perut, dan tes buta warna. Di sini saya masih stress mikirin tes ambeien yang gosipnya bakal diujikan. Tapi ternyata tes buta warna adalah tes terakhir yang dilakukan, Alhamdulillah.. Allah menolong saya lagi, dan lagi, dan lagi. Alhamdulillah

Setelah di-approve dan diberi surat keterangan sehat dan bisa melanjutkan ke tes kebugaran, saya keluar dari ruangan tes kesehatan dan menyerahkan SKH saya itu ke panitia. Saya kemudian diberikan baju-berketek (rompi (?)) yang ada nomor punggungnya (mirip-mirip bajunya pemain basket lah) dan disuruh menunggu. Kembali saya menunggu sampai peserta nomor urut 1-10 terkumpul semua. Setelah peserta nomor urut 1-10 lengkap, kami punj digiring menuju lokasi tes kebugaran. Kami diberi arahan dan pemanasan sebentar, kemudian “DOR”, tes lari START!

Batch I itu terdiri dari 5 orang cowok dan 5 orang cewek (termasuk saya sendiri). Saat peluit telah disemprit, semuanya mulai berlari dengan kencang, kecuali saya. Dengan sangat santai dan berusaha mengatur napas, saya berlari dengan stabil. Ya.. stabil. Saya berusaha berlari dengan stabil, tidak pelan tapi tidak lambat juga, dan tidak tergoda untuk mengejar teman-teman yang sudah berlari cukup jauh. Mengapa? Karena saya tahu kalau saya memaksakan diri untuk berlari kencang dari awal, saya pasti tidak akan sanggup menyelesaikan 12 menit berlari-lari non-stop. Saya terus berlari tanpa berhenti untuk berjalan (teman-teman peserta yang lain sudah banyak yang jalan), tapi saya tetap berusaha lari (walaupun kalau dibandingkan dengan orang jalan pasti lebih cepat orang yang jalan itu). Kenapa saya tidak berhenti sejenak untuk berjalan (jalan-lari-jalan-lari)? Karena saya tahu, badan saya ini akan menyerah kalau saat itu saya berhenti berlari. Badan saya akan kembali manja dan akan menuntut untuk dipakai berjalan saja. Makanya saya berusaha untuk tetap berlari walaupun sudah kepayahan. Saya sudah tidak menghitung berapa putaran yang telah saya lewatkan. Saat penanda 11 menit telah dibunyikan, saya mulai sprint mengejar beberapa orang teman-teman cewek yang berjalan di depan saya, 1.. 2.. 3.. orang telah saya lewati, saya masih berusaha lari sekencang-kencangnya untuk mengejar yang terakhir, namun apa daya peluit tanda selesai telah berbunyi dan saya harus berhenti tepat di mana posisi terakhir saya saat peluit itu dibunyikan.

Setelah kami diberi waktu 5 menit untuk istirahat, selanjutnya tes berlanjut ke tes Shuttle Run. Tes ini adalah tes lari berbentuk angka 8 dengan mengitari dua buah tiang. Tes ini berguna untuk menguji kemampuan kita untuk tetap fokus walaupun sebelumnya telah melalui rintangan dengan pressure yang sangat tinggi. Saat tes ini berlangsung, banyak peserta yang sudah sangat kelelahan karena tes lari 12 menit sebelumnya. Peserta yang terpleset (?), yang larinya sudah sempoyongan, yang larinya sudah sangat lambat, ada. Tapi Alhamdulillah itu bukan saya. Saya masih menyimpan tenaga untuk sesi tes ini. Saya tahu, tes lari 12 menit itu penting, tapi menurut sumber-sumber bacaan di blog, tes Shuttle Run ini jauh lebih penting. Makanya pada saat sesi lari 12 menit, saya tidak memaksakan badan saya untuk berlari kencang terus-menerus. Saat giliran saya dipanggil, saya sudah siap, Allah bersama saya setiap saat, tekad saya untuk berlari super kencang seolah-olah dikejar anjing sudah sangat kuat, ini adalah tes terakhir, Nothing to lose lah pokoknya, Bismillah!

Pada saat berlari itu, ajaibnya saya merasa badan saya itu ringan banget (walaupun pada kenyataannya saya tidaklah terlalu ringan untuk seseorang dengan berat 50+. Ehh…). Kaki saya yang tadinya sudah terseok-seok pun terasa kuat, mantap menjejakkan langkah ke tanah. Saya berlari kencang seolah dikejar anjing hingga putaran ketiga. Alhamdulillah. Akhirnya serangkaian tes telah selesai juga. Saya lega. Apapun hasilnya, lulus atau tidak, itu hak Allah. Saya sudah berusaha semampu saya, sekuat saya. Hasil akhirnya itu adalah kado dari usaha saya, lulus ataupun tidak.

Setelah kembali ke gedung Balai Diklat Keuangan (tempat dilaksanakannya tes kesehatan), kami para peserta Batch I berkemas. Kami diberitahu bahwa pengumuman hasil akhirnya akan diumumkan pada tanggal 04 Desember 2014. Selama menunggu hasil pengumuman tersebut, kami disarankan untuk banyak-banyak berdoa dan sedekah. Hehe.. Seriusan ini. Mas-mas panitia yang mengurusi kami pada saat sesi lari tadi benar-benar menyarankan banyak-banyak sedekah. Sedekah kan bisa membuka pintu rejeki lebar-lebar (tentunya seijin Allah SWT dong). Dan setelah sepatahdua patah kata dengan teman-teman saya yang belum lari, saya pun akhirnya pulang untuk… tidur. 😀

———————–

PENGUMUMAN & PEMBERKASAN

Pengumuman yang sejatinya(?) akan diumumkan pada tanggal 4 Desember ternyata tidak kunjung datang. Untungnya, pada tanggal 2 Desember, saya memutuskan untuk pulang ke Tg. Pinang. Padahal rencana awalnya, saya mau tinggal dulu di Makassar sampai tanggal 4. Tapi mengingat kewajiban saya yang masih bergelar honorer, saya memutuskan untuk tidak menunggu terlalu lama di Makassar dan pulang ke Tg.Pinang untuk menjalankan tugas.

Tiap hari, pagi-siang-malam, selama 20 hari, saya dengan telaten dan sabar mengecek website-nya R-CPNS Kemenkeu. Tapi, sampai tanggal 24 Desember siang, belum juga ada tambahan pengumuman di website tersebut. Padahal, teman-teman kantor saya sudah nanya2 sejak pagi sampe siang, “udah ada pengumumannya ya nis? udah ada pengumumannya ya kak?“. Dan pertanyaan itu berulang terus. Saya sampai parno sendiri, takutnya gosip yang beredar di kalangan pelamar CPNS lain itu benar, yaitu tentang di seleksi ini masih ada unsur KKN-nya. Tapi lagi-lagi saya tersentil dengan salah satu postingan rohani di twitter yang intinya bahwa kita tidak boleh suudzon. Yaa.. akhirnya dengan berbesar hati, saya memutuskan untuk tidak ber-negative thinking dengan panitia rekrutmen ini. Wong kalo ada unsur KKN-nya, dengan kemampuan saya yang standar dan dengan koneksi (dengan orang dalam) yang nihil, tidak mungkin saya bisa mengikuti tes terakhir kemarin. Yaa.. saya kembali lagi ke lagunya Afgan “… jodoh pasti bertemu..”. Kalau berjodoh dengan Afgan Kemenkeu, gak pake KKN pun, insya Allah saya bisa masuk.

Karena berpikiran seperti itu selama di jam-jam terakhir di kantor, akhirnya pada saat saya pulang ke rumah, saya lupa akan penantian menunggu pengumuman itu. Saya terlalu sibuk menonton Running Man, sibuk bergosip dengan adik saya, sibuk main game Pokopang, dan akhirnya ketiduran. (Padahal niatnya mau begadang, kan besoknya libur tuh yaa.. :3 )

Menjelang tengah malam, ponsel saya berbunyi dengan riangnya. Saya yang sebenarnya kalo sudah terlelap bakalan suuuusaahh bangun, tumben-tumbennya terbangun dan mengecek ponsel. Dengan jiwa yang belum sepenuhnya kembali ke raga, saya membuka pesan dari salah seorang teman kantor. Awalnya saya heran dengan isi pesannya “congrats yaa kak nisa ({})“. Masih setengah sadar dan berusaha menerka-nerka apa maksudnya sms itu, ponsel saya kembali berdering dan kali ini bukannya sms, melainkan telpon dari salah satu temen kantor juga. Dan masih setengah sadar, saya akhirnya mengangkat telepon itu.

“Nis, nomor tesmu kemarin berapa?”
“Nomor tes apaya, Bang?”
“Itu loh nomor tes Kemenkeu.”
“Hah? Kenapa emangnya, Bang?”
“Namamu ada kayaknya di pengumuman lulus nih. Namamu Annisa … … kan?”
“ALHAMDULILLAH! Ah masa sih Bang?” (di sini saya sudah on 100%)
“Iya, disini ada yang namanya Annisa … … Coba cek nomor tesmu berapa.”

Dan nggak tau gimana ceritanya tiba2 saya udah megang kartu TPU dan mendiktekan nomor tes saya ke teman saya itu. Alhamdulillah! Semuanya sama. Saya lulus. Saya diterima di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.  Alhamdulillah! :’)

Setelah bersujud syukur dan mengakhiri pembicaraan di telepon dengan teman saya itu, saya membangunkan orang tua saya. Masih dengan perasaan yang mengawang-awang dan tidak percaya, saya bilang ke mereka, anak mereka lulus. Alhamdulillah!

Kedua orang tua saya yang awalnya masih setengah sadar pun langsung On 100% seperti saya. Adik2 saya pun dengan terpaksa bangun dari tidur lelapnya karena mendengar kehebohan kami (mianhe dongsaeng-ya…)Sebenarnya nggak heboh-heboh amat sih, saya bahagia karena saya lulus, tapi saya juga tiba-tiba resah karena saya lulus. Saya bahagia karena bisa membuat orang tua saya bahagia dengan kelulusan saya, tapi saya juga resah karena saya harus meninggalkan teman-teman saya di kantor.

Pagi-pagi sekali pada keesokan harinya, saya mengobrak-abrik (lebay!!) Om Google untuk mencari info tentang kelanjutan kisah rekrutmen Kemenkeu ini. Pemberkasan Online akan dilakukan pada tanggal 02 – 08 Januari 2014, Pemberkasan Fisik pada tanggal 09 Januari 2014, dan melapor ke Direktorat masing-masing pada tanggal 10 Januari 2014.

Kerusuhan untuk mempersiapkan pemberkasan pun dimulai. Saya mulai mengurus perpanjangan SKCK, mengurus surat kesehatan Jasmani dan Rohani, memeriksa legalisir ijazah dan transkrip nilai, danberkas-berkas lain yang dibutuhkan. Saya juga mulai mengatur ulang pakaian saya, menimbang berat badan (ehh!), mengatur baju-baju yang akan saya bawa, dan lainnya. Dan karena saya mendapat info bahwa untuk DJKN, pelaksanaan OJT aka magang akan dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2014. Ya saya yang rempong ini tentu saja panik dong. Gimana nggak, dalam waktu dua minggu, saya sudah harus terbang dan tinggal di ibukota. Uwauw! (.__.”)

Akhirnya, setelah kehebohan packing dan pamitan ke orang-orang terdekat (teman-teman kader Posyandu&Posbindu, teman-teman kantor, komisioner2 di kantor, pak Kadis Kominfo, dan tentunya dengan keluarga tercinta 😦 ), saya pun berangkat menuju Capitol (ala2 Katniss Everdeen gitu deh.. :3 )

Di Jakarta, saya bertemu dengan teman-teman asal Makassar yang sebelumnya sudah janjian untuk menginap di lokasi yang sama. Maklum, kami sebagai perantau baru masih merasa minder dengan Jakarta yang konon dianggap sebagai raksasa pemakan manusia (?) bagi orang-orang di luar Jakarta. Kami mendapatkan penginapan yang sangat dekat dengan lokasi pemberkasan yaitu di Apartment Allson yang notabene berada di seberang Gedung Dhanapala (gedung serbaguna Kementerian Keuangan 😀 ).

Keesokan harinya, pemberkasan fisik berlangsung lancar. Hal-hal mengerikan yang kami bayangkan itu tidak terjadi sama sekali. Begitu pula dengan hari berikutnya saat melapor ke Direktorat masing-masing. Semuanya lancar. Ketakutan kami tidak terbukti, hanya, kegalauan saja yang terjadi karena OJT DJKN akan dimulai pada tanggal 13 Januari 2014. Untuk seluruh CPNS baru OJT aka magang akan dilaksanakan di Jakarta, kecuali anak DJP (Pajak) yang akan magang di lokasi tes masing-masing.

——————————

Dan sejak tanggal 13 Januari 2014 hingga saat ini, saya masih menjalani peran sebagai salah satu pegawai magang di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Info mengenai kapan SK-CPNS dan SK-PNS keluar, belum ada. Apalagi info tentang dimana kami akan ditempatkan, belum ada. Saat ini, kami masih dilatih secara mental untuk menjadi abdi Negara yang baik dan benar. Kami dilatih untuk bersabar menanti info dan lainnya (if you know what I mean, dude! lol). Yaa, sampai saat ini saya masih sangat menikmati status saya yang masih C-CPNS. Menikmati, karena setidaknya kaki saya sudah berada satu langkah di dalam instansi ini. Menikmati, sebelum tanggung-jawab yang super besar membebani saya di kemudian hari. Menikmati, hasil perjuangan yang telah di raih. Menikmati, nikmat Allah yang senantiasa diberi. 🙂

Fabiayyi âlâ’i Rabbikumâ tukadzdzi bân?

(Maka nikmat Rabb-mu manakah yang kamu dustakan?)

Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu

(Tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Rabb-ku, yang aku dustakan.)

Advertisements

511 thoughts on “LIKA LIKU SELEKSI CPNS KEMENKEU 2013 (ala missnisanisa)

  1. maaf mbak nisa saya mau tanya apakah jika buta warna tidak lolos tidak bisa mengikuti tes kebugaran,
    krn dari yg saya baca dari postingan anda, ada surat keterangan sehat juga lalu diserahkan ke panitia untuk selanjutnya tes kebugaran
    terimakasih

  2. mau tanya lagi mbak .. sya jujur galau, karena nama saya di ijazah sd/s1 (AGUSSANTOSO) tanpa spasi sdangkan di KTP, KK dan Akte namanya AGUS SANTOSO, ada spasi nya. kira2 mbak itu bisa ngebatalin gak pas pemberkasan ??
    kmren pas ambil Nomor Tes nya panitia bilang yg di cocokin itu ijazah SD/S1 nya aja.tapi tetap aja was was … gimana menurut mbak nya ? kalau mau merubah nama di KTP proses panjang banget mulai dr perubahan akte lalu kk baru ktp itu bs smpai berbulan2 bagaimana mbak ? mhon penjelasanya. syukron

  3. ass……….
    pengalaman mbk nisa sungguh jadi penyemangat saya disaat saya merasa pesimis untuk melakukan serangkaian tes dr kemenkeu. Nggak tau knp ketika TKD saya terasa sangat optimis dan hasilnya jg alhamdulillah bisa masuk dalam kuota peserta psikotes. tp dasarnya saya blm pernah menjalani psikotes jadi kali ini saya merasa ragu. tgl 5 nov ini psikotes dilaksanakan. jika mbak nisa berkenan, kalo mbak punya contoh2 soal psikotes tahun2 sebelumnya boleh donk saya dikasih….. hehehe(ujung2nya minta). kalo bisa kirim ke buzz.riders@gmail.com Makasih………

  4. mb nisa slmat ya…. semoga tahun ni sy jg bs spt mb nisa bs keterima kemenkeu aamiin… oya mb mau tanya lampiran referensi kerja dilampirkan g? klo blm ada krna blm genap 1 th bekerja gmn?

  5. Asslm..
    Salam kenal untuk semuanya…
    mb nisa yg baik, makasi y untuk sharing pengalaman nya.. Sangat manfaat buat kami smua..
    untuk yg lain, ada yg ikut psikotes tgl 5 november ini g ? Siapa tau jadwal qta sama dan bisa jadi teman baruu 🙂 .. b’rgds_ f.difaniafitri@gmail.com

  6. Assalamu’alaikum mbak nisa..saya mau tanya. Saya kmren ikut psikotes kemenkeu yg d3 akuntansi. Formasi 1251. Tp peserta psikotest d3 akuntansi se indo sisa 865 klo gk slh. Nah menurut mbak psikotes nya bakal bnyk yg gk lulus atau bnyk yg lulus?. Soalnya formasi bnyk. Sisa sedikit. Terus mbak tes hitungan general bs slsai 2 lembar full atau 1.5 hal? Terima ksh mbak, mohon direply. Wass…

  7. Alhamdulillah…saya bisa temukan catatan Mba nisa ini,tgl 5 november kemarin setelah ikut tahap psikotest saya bener2 galauuu… masalahnya bnyk coretan diisian data,setelah baca catatan Mba,saya sekarang pasrah aja,kuserahkan semua pada Allah… ,terimakasih Mba sudah memberi inspirasi 🙂

  8. Halo mbak anisa, yg ttg data dri ttg kesuksesan dan kegagalan itu punya pengaruh besar banget ya sama kelulusan? Soalny wktu psikotest 3 hri lalu, belum sempat isi semua langsung disuruh kumpul sama ibu vendorny.. Kuatir juga nih.. tapi sempat nanya wktu itu, beliau blg gpp asalkan yg nilai2 kemenkeu itu udah keisi.. deg-deg ser.. semoga bisa ditrima d kemenkeu tahun ini. AMIN 🙂

  9. Kak Nisa..pada saat kakak wawancara kan disuruh ttdi form bermaterai 6rb yg salalh satu isinya mau ditempatkan diwilayah mana saja di indonesia, isi form itu selain penempatan isinya tentang apa saja kak..?

  10. Salam kenal mba, saya zai.. sy mau tanya utk tes kesehatannya yg hidung sm telinga itu pemeriksaannya spt apa? Trus mba kan lokasi tesnya di makassar, lapangan yg dipakai untuk tes kebugaran lari 12 menit itu apkh lap. yg terletak di samping balai diklat gedung keuangan yg posisinya paling belakang itu ya mba? Mkasih atas blsannya…

  11. Assalamualaikum wr wb
    saya baca cerita ini surprise cz ak tahu proses itu tp yg ngalamin suamiku…
    Lokasi tes yogyakarta dr manajemen jg skg lg dtu
    harus lost contact nih cz katanya selama dtu hp dkumpulkan
    Ak coba kirim email tlg dreply y
    pgn ngobrol byk jika tdk kberatan

  12. assalammualaikum mb nisa,sya mau tnya dong,lari 12 menit mb nisa di urutan brp?itu urutan campur (cew-cow) atau cew aja??mb nisa larinya pernah diselingi jalan gak?atau lari terus tapi dalam tempo yg tdk terlalu cepat?makasih sebelumnya,saya akan tkk bsok tgl 2 nih

    • Wa’alaikumsalam mba intan..
      – saya make nomor urut 4, batch 1. tapi pas udah selesai, Alhamdulillah saya naik jadi urutan 2 (cewek).
      – urutannya campur, tapi standarnya dibedakan kok.
      – nggak mba, saya full lari. tapi temponya gk cepet.

      semoga sukses ya mba ^^

      • mba nisa aku mau tanya… kalau buat wawancara besok alasan masuk ke kemenkeu itu dikaitkan dengan nilai-nilai kemenku yang I PROSPEK itu gak ya mba? sama mau nanya kalo di TKK + wawancara kemaren yang gagal ada berapa % ya mba nisa? terimakasih

      • halo mba mini..
        – bisa juga dikaitkan dgn nilai2 kemenkeu, tapi sebaiknya jawabannya jgn terlalu teoritis.. ^^
        – emm.. sy gk inget lagi sih mbak, tp tahun lalu itu, peserta yg ikut seleksi akhir dgn pendidikan S1 Manajemen itu ada sekitar 200an orang, sedangkan yg diterima hanya 100an org mbak

        semoga sukses ya mba~ ^^

      • mkasih ya mbk nisa..

        skrg tgal nunggu pngumuman.galau everyday

        oya mbk nisa skrg sdh pnmptn
        ya?dmna mbk?ojt beda ya ama pnmptan?

  13. selamat pagi mbak nisa, sy jg mau tes tkk dan wawancara jg minggu ini, lokasi tes di makassar juga :), mau tanya nanti lokasi tes kebugarannya di kantor keuangan atau di lap. hasanuddin? kalo lulus, untuk pemberkasan fisik, ijazah and transkrip asli nanti bakalan diminta gak ya? soalnya 2 berkas itu lg ditahan sama perusahaan, takutnya waktunya tidak cukup untuk tarik kembali..makasi banyak mbak, sukses selalu..

    • selamat siang mas rowler..

      – tes kebugaran tahun lalu itu di kantor keuangan
      – iyap. ijazah & transkrip asli harus dibawa saat pemberkasan fisik nanti, tp cuma untuk ditunjukkan kok. kalo bisa sih, mintanya dr sekarang aja mas. biar kalo udah lulus, gk kerepotan lagi ngurusnya.

      semoga sukses ya mas 🙂

      • Selamat Pagi, kak
        mau nanya nih. saya diterima jadi cpns di ditjen bea cukai, untuk pemberkasannya gimana ya?

        1. Surat lamaran (ada atau tidak) dan apa harus ditulis tangan semua atau diketik
        pakai ms. word ?

        2. Daftar riwayat hidup. Kita udah download file pdf nya, terus : (pilih salah satu)
        a. Kita download file pdf nya –> mengetik kolom di pdf nya –> print ?
        b. Kita download file pdf nya –> print –> lalu mengisi kolom yg kosong dengan
        di tulis tangan ?
        c. Kita download file pdf nya –> print –> lalu menyalin semua nya di kertas
        folio (semacam membuat daftar riwayat hidup versi tulis tangan utuh) ?

        3. Surat peryataan nya gimana ? (pilih salah satu)
        a. Kita download file pdf nya –> mengetik kolom di pdf nya –> print ?
        b. Kita download file pdf nya –> print –> lalu mengisi kolom yg kosong dengan
        di tulis tangan ?
        c. Kita download file pdf nya –> print –> lalu menyalin semua nya di kertas
        folio versi tulis tangan utuh ?

        4. Daftar riwayat hidup, untuk pengisiannya, jika kita tidak memiliki pengalaman
        kerja sebelumnya (fresh graduated). Di kosongkan atau di beri tanda setrip (-)
        atau di beri tanda ( z ) ?

        5. Terima Kasih yang sangat banyak kepada Kakak, maaf jika pertanyaan saya
        terlalu banyak. 😀

      • Selamat malem, Huda..
        Selamat atas kelulusannya 🙂

        1. Surat lamaran ditulis tangan menggunakan huruf balok, ntar saya coba nyari2 contoh berkas tahun lalu, kalo dapet, bakal saya upload di blog.
        2. DRH (Tahun Lalu). Pilihan B. Diisi menggunakan huruf balok dan tinta hitam.
        3. Surat pernyataan. Pilihan B jg.
        4. Kolom yg kosong diberi tanda Z. Kalo salah bisa dicoret sekali (-).

        Sekali lagi selamat atas kelulusannya. Selamat datang di Kemenkeu, semoga bisa jadi abdi negara yg baik. 🙂

  14. selamat pagi mbk nisa, untuk tes wawancara itu yang dinilai dari apanya ya ??
    soale kmren itu sya pas wawancara cuma sekedar ngobrol aj,takutnya ntar sya gagal krna terlalu nyatai mbak…….
    masih besarkah mbk,kemungkinan gagal di tahap wawancara ??
    sya bkln sedih bnget mbk,kalo gagal ditahap ini. terima kasih mbak nisa sblmnya……
    smoga saya bsa jdi juniornya mbak nisa di kemenkeu nanti,,,,,

    • Halo mba trias.. maaf baru sempet ngebales..
      Kalo gk salah saya ngeliat nama yg mirip nama mbak di daftar peserta lulus di DJKN. Kalau benar, selamat ya mbak. Selamat bergabung di Kemenkeu, selamat datang di DJKN. 🙂

  15. Mbak,, sya mw tanyak. Klo jabatan analis pjk dan sudah berkeluarga apa ada kemungkinan penempatan magang di daerah homebase yah???? Apa di jakarta jg??? Trs qt bs pengajuan pindh setelah brp taun mbk????

    • Halo mb Diah..
      – Kemungkinannya seperti itu mbak, tapi belum tentu pas penempatan defenitif bakalan di homebase jg.
      – Kalo DJP gk semuanya magang di Jkt, tapi disebar.
      – Saya gk tau jg kebijakan di DJP kyk gmn, tapi kalau di DJKN, kita bisa ngajuin pindah kapan aja, dengan alasan yg penting. Tapi belum tentu langsung diterima sih. Tergantung kebijakan atasan.

  16. Permisi mbak saya mau tannya. saya diterima Dirjen Bea Cukai. pada saat membuat skck dan surat kesehatan akan tertera keperluan. keperluan tersebut ditulis pemberkasan cpns atau pengangkatan cpns mbak ? terimakasih sebelumnya

  17. Terimakasih atas ucapan selamt ya kak 😀
    Maaf kak ganggu lage neh hehehe, numpang tanya lagi

    1. apa skck (asli) harus ada 2 rangkap ?
    2. apa surat ket. sehat dan bebas NAPPZA (asli) juga 2 rangkap? terus misal nya di foto copy haruskah di legalisir ?
    3. besok itu pemberkasan ada kartu kuning gak kak (surat yg di keluarkan oleh dinas pekerjaan umum dan transmigrasi) ?
    4. haruskah punya npwp dulu?

    terimakasih, atas waktunya 😀

    • 1. SKCK Asli 1 rangkap aja, sisanya legalisirnya.
      2. Surat Ket. Sehat & bebas NAPZA jg 1 rangkap aja aslinya. Fotocopynya yg dilegalisir. Kalo perlu di fotocopy 5 rangkap aja.
      3. Tahun lalu sih gk pake kartu kuning. Tapi untuk jaga2, kalo udah punya kartu kuning, dibawa aja mb.
      4. Gk harus mba. Pas angkatan saya, NPWP bisa diurus pas magang.

  18. salam kenal ba nisa..
    Alhamdulillah ba saya sudah lulus tes kesehatan dan wawancara, mo tanya dikit ba untuk pemberkasan ijazah asli cm S1 aja kan?
    Trus untuk skck dan surat sehat kan diminta 2 rangkap, itu mksud’a fotocopy aja ya atau satu asli satu fotocopy?

    • Salam kenal jg Mb Siti 🙂
      Selamat atas kelulusannya ya Mba
      🙂
      – Iyap, Ijazah yg diminta itu cuma S1 aja. Tapi untuk jaga2, sekalian aja bawa ijazah dr SD, mba ^^
      – Satu asli, satu fotocopy yg dilegalisir.

  19. Assalamualaikum mba nisa, salam kenal.
    Sy mau tanya mba kan ad pemberkasan buat surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Nah buat surat sehat rohani itu kita harus ke poli jiwa ya? Berbeda suratny sm yg sehat jasmani atau gmn ya mba?

    • Wa’alaikumsalam mbak Nisa..
      Salam kenal juga ^^

      Sharing pengalaman tahun lalu..
      Tahun lalu, kami juga bingung apakah surat kesehatan jasmani & rohani itu dipisahkan atau digabung. Jadi kebanyakan pada ke poli jiwa untuk ngurus surat kesehatan rohani juga. Tapi ternyata pas pemberkasan, yg diminta cuma 1 surat keterangan sehat saja. Jadi saran saya, buat 1 jenis surat aja. Tapi gpp jg kalo mau ngurus surat sehat di poli jiwa. Sekedar info, biaya tes kesehatan jiwa di poli jiwa itu sekitar 200ribuan, soal2 tesnya sekitar 500an soal. ^^

  20. 1. kak nanya lagi nih, untuk penulisan alamat penerima gimana yah? lalu di isi apa?
    Yogyakarta, 24 Desember 2014
    Kepada Yth. ……………………
    Di ………………………………….
    2. untuk kaya biodatanya perlukah ditambahkan pendidikan tertinggi ?

    sekian kak, makasih 🙂

    • 1.
      Kepada Yth.
      Menteri Keuangan Republik Indonesia
      c.q PEjabat Pembina Kepegawaian
      Jl. Lapangan Banteng No.2-4
      Jakarta 10710

      2. data yg dicantumkan disesuaikan aja sm yg diminta di formnya 🙂

  21. Assalamualaikum mba nisa…
    Perkenalkam saya eni.. trima kasih atas blog mba nisa yg bermanfaat dan memotivasi saya sebelum menjalani rangkaian tes kemenkeu.. Alhamdulillah skrg saya sudah lulus dan akan proses pemberkasan fisik dan online..
    Rasanya mau ngobrol panjang sama mba nisa.. mungkin jika berkenan kita boleh ngobrol via email atau sosial media ?
    Terima kasih.. 🙂

  22. Selamat malam, mbak.
    Saya yessica lolos di kementerian keuangan, sebagai analis pajak di direktorat jenderal pajak.
    Mohon maaf, mbak. Boleh saya minta contoh surat lamaran yg menjadi syarat pemberkasan?

    Apakah surat lamaran yg ditulis tangan tersebut harus saya scan untuk di upload pada saat pendaftaran online?

    Sebaiknya surat lamaran ditulis dengan kertas hvs putih atau bisa dengan kertas folio, mbak? Kalau menggunakan kertas folio, apakah ada ukuran atau jenis khusus yg harus digunakan?

    Mohon maaf sebelumnya mbak kalau pertanyaan saya banyak.
    Terimakasih banyak, mbak.

  23. Assalamualaiku. Mbak.
    Saya mau nanya nih.
    Kalo udah pemberkasan dan orientasi pegawai. Apakah langsung diberitahu kapan proses magangnya dilaksanaka?
    Terimaksih sebelumnya mbak.
    🙂

  24. Siang Mba, aku mau tanya lagi nih. Untuk daftar riwayat hidup & surat pernyataan kan diminta 2 rangkap juga, nah itu satu asli, satu fotocopy atau gimana? Makasih jawabannya mba

  25. mba; untuk pemberkasan online itu kita mendaftar di web yang di tulis di pengumunan ya?
    mendaftar nya itu ngisi apa ajah mba;?

  26. Assalamualaikum.wr.wb…
    Bgi anda ingin dibantu jdi PNS Hub.bpk DR.H.EDY WAHYONO SUWARNO PUTRO.SH.M.S.I. diBKN PUSAT 0813-2612-2555.krn bliau prnh bantu sy waktu sy masih honor skrg sy sdah PNS.

  27. pagi mbak..sy ketrima di DJP analis pajak..
    sy mau tnya mbak..untuk fotocopy surat keterangan sehat&bebas narkoba belum sy legalisir,soalnya pas pengumuman kelulusan tes kesehatan&wawancara nggak tercantum untuk melegalisir surat keterangan sehat&bebas narkoba,padahal pemberkasan fisik sy tanggal 6 januari besok.Untuk cari legalisir udah nggak bisa,soalnya tgl 3 januari tanggal merah,dokter libur semua.Dan sy harus berangkat ke jakarta tgl 4 januari besok,karena sy dari solo (perjalanan solo-jkt 14 jam-an)..Apakah dengan kurangnya surat keterangan sehat&bebas narkoba yang belum dilegalisir itu bisa menggagalkan saya jd cpns kemenkeu?atau bisakah kekurangan itu sy susulkan mbak?trima kasih.

  28. Ass mb nisa..
    Saya mau tnya nih mengenai pemberkasan fisikny. Soalny agak bingung. Pemberkasan mb dlu di bagi 2 stofmap brbeda tdk utk yg asli dan yg fotokopi? Dr sekian banyak yg hrus disiapin, smua sudh jlas kcuali masalah fotokopi transkip dan ijazah. Dulu mb nisa menyiapkan brpa rangkap utk transkip dan ijazahny?

    Mohon sgera blsanny mb. Tks
    Wassalam.

  29. mbak aku mau tanya ini, kemaren aku ngisi pemberkasan online udah lengkap dan benar ketika aku mau save tiba-tiba server down, dan firefox nya juga ikut close sendiri. nah aku mulai lagi dari awal gitu lagi. akhirnya percobaan yang ketiga aku berhasil dan aku berusaha nge cek lagi apakah ada yang salah atau tidak. lalu aku simpan dan cetak formulir. tapi setelah aku lihat hasil print nya Tempat Lahir aku SALAH mbak. kira-kira menurut mbak Nisa bagaimana ya? mohon pencerahan mbak nisa terima kasih (takut di diskualifikasi) hehe

  30. assalamualaikum mbak nisa.. alhamdulillah saya lulus di BPPK.. biasanya setelah kita melapor ke unit masing-masingkita sudah mulai magang, trus ada kegiatan prajab juga, itu ngapain aj ya mbak?? terima kasih..

  31. Asslkm… seru jg kisah lika liku nya… apalagi di kota Tg. Pinang jg sy punya kenangan indah….

    mau Tanya Mbak…. nanti kalau ketika pengambilan SK Dan ST apakah harus dengan membawa ijazah aslinya… sbb punya sy ijazah asli yg SMA nya hilang tp ijazah S1 nya ada.

    trims…. barokallah…. wassalam…

    • Wa ‘alaikumsalam.. 🙂

      Pengambilan SK & ST tidak perlu membawa ijazah SMA (sebenernya gk perlu pake ijazah apapun, kan udah keterima jadi CPNS) 😀

      Ijazah S1nya bisa disimpen baik2 biar gak ikutan hilang, dan Ijazah SMAnya sebaiknya secepatnya diurus, biar tetep ada kenang2an(?) kalo udah pernah ikut UAN dan lulus. Hehe..

      Makasih sudah bertandang di blog saya yaa..

  32. Ternyata kk org makassar juga, suka k mtos jg…., owh iyah pada saat membaca postingan kk ini detik2 terakhir menyelesaikan membaca redaksi nya tiba2 aku bersin dan berucap alhamdulillah ….kata nenek setiap membaca dan melihat apa yg diinginkan kemudian bersin maka insha Allah akan jadi sesuatu yg baik bagi kita, harapan nya smog bisa bisa menjadi bagian dari DJP amien amien ya Rab ku ….dan mksi kak cerita indah DJP nya yg jujur buat aku greget dan ngakak ad beberp yg lucu hehehe …..

  33. Malam mba nisa, mba nisa sy barusan baca pngalaman mba nisa, sngat bermnfaat mbaa. Saya mau tnya mba tahun ini penerimaan nya bulan apa ya mba? Trus klo semisal masih fresh graduate dan masih nunggu ijazah keluar, apa bs dftr untuk seleksi atau tdk mba? Mhon d jawab ya mba. Trmksh slmt malam mba nisa.

    • Hai Yolanda..

      Maaf baru bisa bales komennya yaa…
      Untuk penerimaan tahun ini, saya juga kurang update nih. Rajin2 aja buka webnya Kemenkeu yaa.
      Seinget saya, untuk seleksi administrasi itu yg dibutuhkan adalah scan Ijazah & Transkrip Nilai. Jadi ya harus menunggu Ijazah Asli diterbitkan dulu.

      Sukses selalu yaa~ ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s